Sinema elektronik atau yang biasa disingkat menjadi sinetron bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sinetron adalah film yang dibuat khusus untuk penayangan di media elektronik seperti televisi. Penayangan sinetron dibuat berseri sampai puluhan bahkan ratusan episode. Hal tersebut tentu berbeda dengan film bioskop yang pada umumnya berdurasi dua jam. Penayangan sinetron selalu ditunggu oleh pemirsa karena sinetron tidak hanya menjadi media komunikasi, tetapi juga memberikan hiburan tersendiri melalui penayangan visual yang bisa dilihat dan didengar. Sinetron pada umunya menyajikan cerita kehidupan sehari-hari yang tidak jauh berbeda dengan kehidupan pemirsa, sehingga ketika menonton sinetron, pemirsa seakan terbawa emosi dan pikirannya untuk mengikuti alur cerita sinetron.
Jumlah sinetron Indonesia mulai zaman dulu hingga sekarang tidak sedikit dan semakin bertambah dari waktu ke waktu. Dalam sehari jumlah sinetron yang tayang bisa lebih dari tiga judul sinetron, penayangan tersebut masih dari satu stasiun televisi, belum dari stasiun televisi yang lain. Bisa dibayangkan banyaknya pilihan sinetron yang bisa kita saksikan setiap hari karena memang model penayangan sinetron Indonesia yang sering diterapkan saat ini adalah sinetron stripping atau sinetron yang tayang setiap hari. Berbeda dengan penayangan sinetron zaman dulu yang umumnya hanya satu kali dalam seminggu. Lantas, model penayangan sinetron yang seperti apakah yang lebih disukai?
Sinetron yang tayang setiap hari (stripping) tidak membuat kita menunggu lama untuk mengetahui cerita selanjutnya, tetapi akan membuat bosan juga karena setiap hari selalu melihat pemeran yang sama. Bosan atau tidak sebenarnya relatif, tergantung pada selera pemirsa, jika pemirsa benar-benar suka mungkin tidak akan bosan. Cerita sinetron-sinetron stripping Indonesia pada umumnya mengikuti selera pasar, bisa dikatakan alur cerita sinetron di salah satu stasiun televisi akan sama dengan sinetron di stasiun televisi lain, misalnya cerita anak yang tertukar. Alur cerita sinetron sebenarnya mudah ditebak, tetapi pemirsa selalu penasaran dengan kelanjutan cerita sinetron yang ditonton. Rasa penasaran tersebut akan membuat pemirsa rela menghabiskan waktu di depan televisi setiap hari untuk menyaksikan sinetron yang disukai. Semakin banyak pemirsa yang menyukai suatu sinetron, maka rating sinetron tersebut akan meningkat. Jika rating sinetron meningkat, biasanya episode sinetron akan ditambah dan alur cerita semakin rumit dan terkesan tidak logis. Contoh sinetron stripping Indonesia adalah Cinta Fitri, Anugerah, dan Putri yang Ditukar.
Sinetron Indonesia juga pernah menerapkan model penayangan satu kali dalam seminggu. Tentu kita masih ingat dengan judul-judul sinetron seperti Si Dol Anak Sekolahan, Keluarga Cemara, Pernikahan Dini, Bidadari, Di sini Ada Setan, dan Kecil-Kecil Jadi Manten. Sinetron-sinetron tersebut hanya tayang satu kali dalam seminggu, hal tersebut tentu membuat pemirsa harus lebih sabar menunggu cerita selanjutnya. Waktu menunggu yang lebih lama akan membuat pemirsa tidak hanya merasa penasaran tetapi juga rindu dengan sinetron tersebut, sehingga ketika sinetron ditayangkan, pemirsa akan segera menonton dan menyambut dengan antusias karena tidak ingin ketinggalan jalan cerita sinetron dan akting para pemeran. Dari segi cerita, sinetron yang tayang satu kali dalam seminggu juga menyuguhkan cerita kehidupan sehari-hari, tetapi tidak serumit sinetron stripping karena episodenya juga tidak terlalu banyak.
Sinetron Indonesia yang saat ini tayang satu kali dalam seminggu sangat sedikit karena banyak yang lebih memilih tayang setiap hari. Cinta Cenat Cenut dan Go Go Girls merupakan contoh sinetron yang saat ini tayang seminggu sekali. Namun, bila kita amati, jalan cerita dan latar sinetron tersebut telah dipengaruhi oleh drama Asia, seperti Korea yang memang saat ini sedang digemari masyarakat. Pengaruh drama Asia mungkin akan membuat sinetron lebih bervariasi. Sayangnya, banyak sinetron Indonesia yang diduga memplagiat drama Asia. Sebenarnya sinetron yang berlatar cerita asli kehidupan dan budaya Indonesia sangat menarik dikembangkan. Cerita sinetron atau drama dari luar Indonesia mungkin bisa dijadikan inspirasi, tetapi bukan berarti sama persis karena pada dasarnya kehidupan masyarakat Indonesia berbeda dengan masyarakat luar. Dengan begitu, sinetron Indonesia akan menjadi sinetron yang berkualitas dan memiliki ciri khas yang membedakan dengan sinetron atau drama dari luar Indonesia.