Era modern merupakan era keterbukaan masyarakat terhadap segala hal baru yang sifatnya menarik dan mudah diikuti. Hal baru tersebut dikatakan sebagai budaya populer, yaitu budaya yang dapat diterima dan berkembang dalam masyarakat. Salah satu contoh budaya populer adalah kerudung yang menjadikan perempuan sebagai target utama, khususnya perempuan muslim karena mereka menggunakan kerudung untuk menutup aurat. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, pemakaian kerudung tidak hanya berfungsi sebagai penutup aurat, tetapi juga sebagai style fashion atau gaya berpenampilan. Style yang dimaksud adalah modifikasi kerudung, mulai dari motif, warna, hingga cara pemakaian kerudung yang bervariasi. Dari waktu ke waktu style kerudung semakin beraneka ragam. Style kerudung membuat perempuan merasa percaya diri dengan penampilan mereka, meskipun tertutup tetap modern.
Dalam kehidupan sehari-hari, misalnya di lingkungan universitas, kita akan menjumpai pemakai kerudung yang sebagian besar gaya berkerudungnya adalah gaya yang sedang trend. Mereka juga menyesuaikan kerudung dengan pakaian yang dikenakan, misalnya dengan cara memakai kerudung yang warnanya senada dengan warna pakaian. Cara tersebut menambah kesan modis pada penampilan mereka meskipun tertutup. Motif kerudung yang digunakan sangat beragam, misalnya bordir dan batik. Berkerudung semakin terlihat cantik dengan adanya aksesoris kerudung seperti bros yang bentuknya bermacam-macam. Jika diamati secara saksama, style atau gaya berkerudung antara yang satu dengan yang lain tidak jauh berbeda. Hal ini karena masing-masing dari mereka mengikuti gaya yang sedang populer. Pada akhirnya gaya populer tersebut menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat.
Budaya populer seperti style kerudung dapat tersebar luas dalam masyarakat karena didukung oleh industri dan media massa. Kemajuan di bidang industri membuat kerudung lebih banyak dan cepat diproduksi. Industri sendiri menciptakan budaya populer dengan menawarkan motif, model, dan bahan kerudung yang menarik masyarakat, khususnya perempuan, misalnya kerudung paris. Selain itu, industri juga memanfaatkan publik figur seperti artis untuk mempromosikan kerudung yang diproduksi karena biasanya gaya berkerudung artis akan menjadi trend yang diikuti masyarakat, misalnya kerudung Marshanda. Selain industri, media massa juga memegang peran penting dalam mempopulerkan kerudung terbaru. Beberapa media massa seperti majalah, tabloid, televisi, dan internet tidak jarang menampilkan model kerudung terbaru dan cara memakainya sehingga mudah ditiru atau dilakukan sendiri, dengan begitu, gaya berkerudung dapat tersebar luas dalam masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar