Apa kalian pernah mengagumi
seseorang?
Tentu sebagian besar orang mengatakan
pernah, begitu pun aku. Aku pernah mengagumi seseorang. Dia sosok yang manis dan
sederhana. Aku tidak tahu apakah aku hanya sebatas mengaguminya atau
menyukainya atau mungkin lebih dari itu? Yang jelas sampai sekarang dia tidak
pernah tahu ... tidak pernah dan tidak akan pernah, aku rasa begitu ...
Yah mungkin benar bahwa di dunia ini
tidak ada yang tidak mungkin. Jika aku berani mengungkapkan mungkin dia akan
tahu. Tapi ... aku terlalu pengecut.
Selama dua tahun aku melihatnya
tersenyum, mendengar suaranya, dan melihatnya berjalan di depanku ...
Dua tahun bukan waktu yang singkat,
cukup lama aku mengaguminya, bahkan hingga kini aku masih mengaguminya meski
hampir lima tahun aku tidak pernah sekali pun bertemu dengannya.
Aku masih tetap mengaguminya ...
Aku mengagumi dia seperti aku mengagumi bintang. Dan bagiku dia memang seperti
bintang. Bintang yang memang hanya bisa kita kagumi dari jarak yang sangat
jauh. Tanpa pernah dekat dengannya, tanpa pernah menyentuhnya. Hanya memandangnya
dari jauh ...
Yah, memang benar kan? Kita hanya
bisa mengagumi bintang dari jarak jauh. Harus kita sadari juga bahwa di
kehidupan ini memang ada hal yang dapat kita lihat keindahannya dari jarak
jauh. Bintang, awan, langit, matahari terbenam? Bukankah mereka semua terlihat
indah dan mengagumkan walau dari jarak jauh? Atau pernahkah kita berpikir bahwa
kita akan lebih melihat keindahan mereka bila kita berada dalam jarak yang
sangat dekat? Haha ... aku rasa itu akan jadi hal yang konyol jika ada yang
berpikir seperti itu. Bukan keindahan yang akan kita dapat, tapi .... (aku rasa
semua tahu jawabannya)
Ssstt!!!
Tunggu tunggu ... sepertinya aku
mendengar suara protes.
Tapi yang kamu kagumi kan manusia?
Jadi apa salahnya jika kamu mendekatinya? Atau setidaknya agar dia tahu
perasaanmu ...
Iya, aku tahu, tapi nyaliku terlalu
kecil untuk melakukan semua itu ...
Aku tidak punya keberanian sama
sekali.
Sampai sekarang aku hanya berharap
Tuhan mengizinkan aku bertemu dengannya. Jika nanti saat bertemu akan ada
kenyataan yang menyakitkan??? Aku ... aku ... aku siap!! Asalkan selama ini dia
hidup dengan baik dan masih bisa tersenyum, itu sudah cukup buatku ...
Walaupun aku masih selalu berharap kekaguman
ini mendapat balasan ...
Bertahun-tahun aku tidak pernah
melihat senyumnya. Setiap pagi aku hanya bisa berkata, “Hai, kau yang ada di
sana, apa kabar? Semalam kau mimpi indah kan? Aku harap begitu. Hari ini semoga
menjadi hari yang menyenangkan buatmu. Hiduplah dengan baik dan tersenyumlah
karena di sini aku pun berusaha demikian agar kelak aku terlihat baik-baik saja
ketika bertemu denganmu ...”
I miss you
Tidak ada komentar:
Posting Komentar